KODE : SENYUM SEBELUM BACA :)
deadisini.blogspot.com makasih atas kunjungannya
Bukan akhir-akhir ini saja saya merenungkan beberapa persoalan yang berkeliaran di otak dan sekitar daya tanya saya. Seringkali saya bertanya dan berstatement tentang "Mengapa Allah menciptakan sesuatu, yang pada akhirnya itu memang 'nampak' tidak berguna?". Contohnya seperti, babi. Mengapa Dia menciptakan babi? Padahal babi kan haram hukumnya. Menyentuh, apalagi sampai mengkonsumsinya [dalam Islam, agama saya]. Saya berpikir keras untuk itu. Kemudian hati saya menjawabnya "itu adalah tantangan bagi orang yang beriman. Jika beriman, maka saya akan patuh dengan perintah maupun dengan ketentuan Allah, jika tidak, tentu sebaliknya, bukan?"
Bukan hanya itu, ada juga yang berkata "Siapa bilang ganja/marijuana tidak boleh dikonsumsi? Buktinya Allah saja menciptakannya". Mungkin memang tidak sepenuhnya 'tidak boleh dikonsumsi' ada juga yang bilang 'haram'. Apabila mengkonsumsinya secara wajar dan dalam dosis yang dianjurkan. Seperti penambahan marijuana sebagai salah satu bumbu penyedap masakan. Selama itu baik mengapa tidak. Tapi kebanyakan penggunanya mengkonsumsi secara berlebihan dan menyimpang. Dari beberapa artikel yang saya baca, impactnya juga tidak terlalu baik untuk kesehatan. [Bisa di cari di google]
Dibalik kata haram ada makna yang Allah berikan. Seperti babi, haram dikonsumsi karena daging babi mengandung banyak cacing pita, yang akan merugikan bagi para pengonsumsinya. Begitupun dengan ganja.
Beralih dari itu semua, saya mencari keunikan dari sebuah keimanan. Pernah ga kalian bertanya "Mengapa kuku bisa panjang? mengapa kita punya bulu ketiak? Mengapa harus ada khitan? Kumis? Bulu kemaluan?".
Saya pernah baca artikel tentang sunah. Nah, Jika kita memotong kuku, mecabut bulu ketiak, mencukur kumis dan bulu kemaluan, dan melaksanakan khitan. Hukumnya adalah sunah. Pengertian sunah itu sendiri yaitu bila dilakukan mendapat pahala, bila ditinggalkan tidak berdosa.
Pernahkah kalian berpikir betapa baiknya Allah itu. Cuma mencukur kumis dan bulu kemaluan, memotong kuku, mencukur bulu ketiak, dan khitan aja dapet pahala kalau dilaksanakan. Apa susahnya melakukan itu yagak sih?......
Dari yang saya bahas diatas, masing-masing hal punya keterkatian yaitu "diciptakan untuk dihindari agar dapat pahala". Cuma menghindar aja dapet pahala. Apa susahnya. Kita menghindar dari gebetan aja bisa #eh #loh #opoiki
Jadi, ya, Allah itu luar biasa sekali. Mendapatkan pahala ternyata gampang. Patuh dengan peraturannya. :D
Maaf bukan saya [sok] paling beriman atau apapun. Saya hanya ingin sharing aja. Kalaupun ada yang tidak tepat, mohon bantu saya menepatkannya. Kalau ada yang salah mohon bantu koreksiannya. Dengan senang hati saya mengubah kata-kata yang tidak tepat. Kurang lebihnya mohon maaf. Orang beriman [amin] harus saling mengingatkan, bukan?
Bukan akhir-akhir ini saja saya merenungkan beberapa persoalan yang berkeliaran di otak dan sekitar daya tanya saya. Seringkali saya bertanya dan berstatement tentang "Mengapa Allah menciptakan sesuatu, yang pada akhirnya itu memang 'nampak' tidak berguna?". Contohnya seperti, babi. Mengapa Dia menciptakan babi? Padahal babi kan haram hukumnya. Menyentuh, apalagi sampai mengkonsumsinya [dalam Islam, agama saya]. Saya berpikir keras untuk itu. Kemudian hati saya menjawabnya "itu adalah tantangan bagi orang yang beriman. Jika beriman, maka saya akan patuh dengan perintah maupun dengan ketentuan Allah, jika tidak, tentu sebaliknya, bukan?"
Bukan hanya itu, ada juga yang berkata "Siapa bilang ganja/marijuana tidak boleh dikonsumsi? Buktinya Allah saja menciptakannya". Mungkin memang tidak sepenuhnya 'tidak boleh dikonsumsi' ada juga yang bilang 'haram'. Apabila mengkonsumsinya secara wajar dan dalam dosis yang dianjurkan. Seperti penambahan marijuana sebagai salah satu bumbu penyedap masakan. Selama itu baik mengapa tidak. Tapi kebanyakan penggunanya mengkonsumsi secara berlebihan dan menyimpang. Dari beberapa artikel yang saya baca, impactnya juga tidak terlalu baik untuk kesehatan. [Bisa di cari di google]
Dibalik kata haram ada makna yang Allah berikan. Seperti babi, haram dikonsumsi karena daging babi mengandung banyak cacing pita, yang akan merugikan bagi para pengonsumsinya. Begitupun dengan ganja.
Beralih dari itu semua, saya mencari keunikan dari sebuah keimanan. Pernah ga kalian bertanya "Mengapa kuku bisa panjang? mengapa kita punya bulu ketiak? Mengapa harus ada khitan? Kumis? Bulu kemaluan?".
Saya pernah baca artikel tentang sunah. Nah, Jika kita memotong kuku, mecabut bulu ketiak, mencukur kumis dan bulu kemaluan, dan melaksanakan khitan. Hukumnya adalah sunah. Pengertian sunah itu sendiri yaitu bila dilakukan mendapat pahala, bila ditinggalkan tidak berdosa.
Pernahkah kalian berpikir betapa baiknya Allah itu. Cuma mencukur kumis dan bulu kemaluan, memotong kuku, mencukur bulu ketiak, dan khitan aja dapet pahala kalau dilaksanakan. Apa susahnya melakukan itu yagak sih?......
Dari yang saya bahas diatas, masing-masing hal punya keterkatian yaitu "diciptakan untuk dihindari agar dapat pahala". Cuma menghindar aja dapet pahala. Apa susahnya. Kita menghindar dari gebetan aja bisa #eh #loh #opoiki
Jadi, ya, Allah itu luar biasa sekali. Mendapatkan pahala ternyata gampang. Patuh dengan peraturannya. :D
Maaf bukan saya [sok] paling beriman atau apapun. Saya hanya ingin sharing aja. Kalaupun ada yang tidak tepat, mohon bantu saya menepatkannya. Kalau ada yang salah mohon bantu koreksiannya. Dengan senang hati saya mengubah kata-kata yang tidak tepat. Kurang lebihnya mohon maaf. Orang beriman [amin] harus saling mengingatkan, bukan?
No comments:
Post a Comment